PEMODELAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN 300 WATT VA UNTUK LAMPU PENERANGAN UMKM DI DAERAH TERTINGGAL DI MAGELANG

wijaya Widjanarka

Abstract


Latar belakang penelitian ini adalah membuat pembangkit listrik energi angin, yang dapat bermanfaat untuk penduduk yang belum menikmati listrik. Hal ini disebabkan karena letaknya yang terpencil jauh dari sarana dan fasilitas jaringan listrik PLN. Permasalahan yang lain adalah naiknya harga BBM dan gas, menjadikan terpuruknya industri mikro, kecil dan menengah. Kenaikan harga dan kelangkaan bahan bakar minyak-gas (bbm) juga turut menjadi penyebabnya masyarakat didaerah tersebut tertinggal (miskin). Bahkan daerah yang sudah dipasang jaringan listrik PLN, tetapi pasokan listrik dari PLN, terganggu atau tersendat (kondisi “byar-pet”). Di sisi lain, daerah kota Magelang memiliki berbagai macam potensi kekayaan alam yang melimpah, misalnya sepeti hembusan angin yang cukup kuat dan terus-menerus sepanjang hari. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka metode pemecahan masalahannya adalah menciptakan dan menerapkan sistem pembangkit listrik tenaga angin, proyek percontohan yang terpakai. Sistem pembangkit listrik tenaga angin, dibuat sebagai pemecahan masalah. Sistem pembangkit listrik energi terbarui, dalam hal ini pembangkit listrik tenaga angin, bersifat mandiri atau berdiri sendiri (stand alone). Dalam penelitian ini akan digunakan kincir anginnya dibuat, menggunakan 12 blade (baling-baling), tiap blade sepanjang 1 meter, terbuat dari bahan aluminium dan besi. Diameter luas daerah putaran A sebesar 2,30 meter. Generatornya jenis arus bolak-balik 12 VA, 6 pole (kutub). Batere penyimpan adalah accu basah timbal Pb 12 Volt / 45 Ah. Tinggi menara 8 meter. Pembangkit ini dilengkapi dengan penyearah (rectifier), pembalik (inverter), sistem pengaturan PWM dan pengaman[5]. Listrik yang dihasilkan pembangkit ini adalah sebesar 220 Volt AC/60Hz (sama dengan PLN). Tidak pernah terputus, meskipun kincir tidak berputar dan langit mendung. Pembangkit listrik ini, untuk masyarakat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), seperti warung soto, penjual nasi kucing, mie ayam, dan Pedagang Kaki Lima yang lainnya (PKL), yang sangat bergantung pada penggunaan bahan bakar minyak.

Kata kunci : accu basah asam timbal Pb, batere, convertible, stand alone, byar-pet,
rotor 6 pole, kincir angin, multi-blade.



Full Text: PDF

DOI: 10.56357/jt.v10i2.10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

ISSN: 2827-8550