PEMETAAN TERUMBU KARANG KEPULAUAN SERIBU MENGGUNAKAN DATA CITRA SPOT-7 DAN ALGORITMA LYZENGA
Abstract
Indonesia memiliki lebih kurang 60.000 km2 atau satu per delapan dari luas total terumbu karang yang terdapat di seluruh belahan dunia. Teknologi penginderaan jauh dari Satelit SPOT-7 dapat dimanfaatkan untuk pemetaan dan pemantauan terumbu karang. Berbagai metode ekstraksi informasi dasar laut telah dikembangkan dan dapat dimanfaatkan, salah satunya adalah menggunakan algoritma Lyzenga. Algoritma ini mensyaratkan adanya variasi kedalaman pada wilayah pesisir perairan yang akan dipetakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan algoritma dalam pemetaan ekosistem terumbu karang dengan melakukan perbandingan hasil ekstraksi kenampakan dasar laut antara citra yang diproses menggunakan algoritma Lyzenga dan citra tanpa algoritma Lyzenga. Proses klasifikasi citra dengan algoritma Lyzenga menunjukkan kenampakan obyek di bawah permukaan laut yang lebih mudah dikenali dalam format nilai indeks Lyzenga yang telah terbebas dari pengaruh kedalaman.
Kata kunci : Penginderaan Jauh, Lyzenga, Kepulauan Seribu, Terumbu Karang, Satelit Spot
DOI: 10.56357/jt.v13i2.137
Refbacks
- There are currently no refbacks.
ISSN: 2827-8550
![]() |
EDTORIAL TEAM |
REVIEWERS |
CONTACT |
ARCHIVES |
ETIKA PUBLIKASI |
PLAGIARISM POLICY |
FOCUS AND SCOPE |
AUTHOR GUIDELINES![]() |